Mengenal Penyakit Komorbid dan Daftarnya yang Tingkatkan Risiko Kematian Pasien Covid-19

Mengenal Penyakit Komorbid dan Daftarnya yang Tingkatkan Risiko Kematian Pasien Covid-19

Komorbid adalah istilah yang sering kita dengar di tengah pandemi covid-19. Kondisi ini disebut-sebut dapat memperparah infeksi virus corona SARS-CoV-2, bahkan hingga berujung kematian.

Lantas, apa itu komorbid? Bagaimana penanganan covid-19 pada pasien yang juga memiliki komorbiditas? Simak informasi selengkapnya berikut ini. 

Apa itu komorbid?

Komorbid adalah istilah untuk mendefinisikan penyakit penyerta yang diderita oleh seseorang ketika ia terserang suatu penyakit lainnya. Sederhananya, seseorang tersebut sudah lebih dahulu memiliki penyakit lain. Kondisi tersebut kemudian diperparah dengan kehadiran penyakit lainnya.

Seseorang yang memiliki penyakit penyerta berisiko mengalami hambatan dalam proses penyembuhan ketika terserang penyakit lainnya. Bahkan, tak jarang hal ini justru menyebabkan komplikasi serius, salah satunya kematian. Sebagai contoh, seseorang yang memiliki penyakit jantung berpotensi mengalami gejala serius ketika ia terinfeksi virus corona covid-19. Di sini, penyakit jantung disebut sebagai komorbid. Selain jantung, jenis penyakit lainnya yang dapat dikategorikan sebagai penyakit komorbid antara lain:

Mengingat komorbiditas bisa berdampak fatal, maka penanganannya dilakukan secara khusus dan harus sedini mungkin. 

Daftar penyakit komorbid yang bisa memperburuk kondisi Covid-19

Seperti yang telah disebutkan, komorbiditas bisa membuat proses penyembuhan penyakit menjadi terhambat, bahkan memperparah gejala yang dialami oleh penderitanya.Hal ini tidak terkecuali pada kasus covid-19. Bahkan, sebagaimana dilansir dari laman Kemenkes RI, mayoritas kasus kematian covid-19 terjadi pada pasien yang memiliki penyakit penyerta.

Data dari studi tahun 2020 yang dimuat dalam Nature Public Health Emergency Collection menunjukkan persentase jenis penyakit penyerta yang dialami oleh pasien positif Covid-19. Data ini diambil dari 1044 pria dan 742 wanita dengan rata-rata usia  41 tahun.

Hipertensi kemudian keluar sebagai penyakit bawaan terbanyak. Merangkum, berikut adalah daftar penyakit komorbid yang dapat memperburuk gejala Covid-19:

1. Tekanan darah tinggi

Dari sekitar 1700 orang yang mengalami Covid-19 dalam penelitian, 15,8% di antaranya mengalami tekanan darah tinggi atau hipertensi.

Tekanan darah tinggi yang tidak terkontrol dalam jangka panjang berisiko menyebabkan kerusakan organ, seperti jantung dan ginjal.Saat terserang Covid-19, tubuh yang seharusnya fokus pada perlawanan infeksi virus akhirnya harus terpecah untuk jantung dan ginjal yang mungkin bermasalah. Itu sebabnya orang yang memiliki hipertensi memiliki gejala yang lebih berat.

2. Diabetes 

Baik diabetes tipe 1 ataupun 2, menjadi salah satu penyakit bawaan yang patut diwaspadai penderita Covid-19. Diabetes yang tidak terkontrol membuat daya tahan tubuh menurun. Sementara, daya tahan tubuh sangat diperlukan untuk melawan infeksi virus Covid-19.

3. Penyakit kardiovaskuler

Sekitar 11,7% penderita Covid-19 yang diteliti memiliki bawaan penyakit jantung dan pembuluh darah. Jantung dan pembuluh darah adalah organ vital untuk mengantarkan darah dan sejumlah nutrisi ke seluruh tubuh.

Jika keduanya mengalami masalah, proses transportasi nutrisi yang dibutuhkan untuk penyembuhan Covid-19 juga akan terpengaruh.

Beberapa penyakit kardiovaskuler yang menjadi komorbid pada Covid-19, yaitu gagal jantung, kardiomiopati (lemah jantung), dan jantung koroner.

4. Penyakit pernapasan kronis

SARS-CoV-2 menyerang paru dan sistem pernapasan. Itu sebabnya, mereka yang memiliki penyakit bawaan berupa gangguan pernapasan kronis lebih rentan terserang Covid-19.

Tak hanya rentan, mereka juga berisiko mengalami gejala yang lebih berat. Beberapa gangguan pernapasan yang merupakan penyakit bawaan yang perlu diwaspadai, yaitu PPOK (penyakit paru obstruktif kronis), asma, dan fibrosis paru.

5. Kanker

Memiliki kanker membuat Anda berisiko mengalami gejala berat saat mengalami Covid-19. Ini karena berbagai pengobatan kanker dapat melemahkan sistem imun Anda.

Hingga saat ini, berdasarkan studi yang ada, pernah mengalami kanker juga meningkatkan risiko Anda.

6. Penyakit ginjal kronis

Penyakit ginjal kronis juga menjadi salah satu penyakit bawaan yang dapat memperburuk gejala Covid-19.

Menjalani dialisis, atau cuci darah, juga dapat menurunkan sistem imun tubuh. Akibatnya, tubuh jadi lebih sulit melawan infeksi jika Anda terinfeksi Covid-19.

Meski begitu, tetap penting bagi Anda untuk taat pada jadwal dialisis sesuai dengan anjuran dokter.

7. HIV 

Infeksi HIV menyerang sistem imun tubuh. Itu sebabnya, orang yang memiliki penyakit bawaan seperti HIV/AIDS mungkin mengalami gejala yang lebih berat.

Ini karena tubuh akan bekerja ekstra keras, dengan sistem imun yang lebih lemah, untuk melawan infeksi.

8. Penyakit hati (liver)

Penyakit liver juga merupakan salah satu komorbid yang dapat memperburuk kondisi Covid-19. Sebuah penelitian yang dimuat dalam jurnal Annals of Hepatology menyebut bahwa penyakit hati akut dapat meningkatkan pengeluaran enzim yang memperburuk kondisi Covid-19.

Beberapa penyakit hati yang perlu Anda waspadai, antara lain penyakit hati akibat konsumsi alkohol, hepatitis, perlemakan hati (fatty liver), dan sirosis.

9. Gangguan saraf

Gangguan saraf, seperti demensia dan Alzheimer juga berisiko memperberat gejala Covid-19. Itu sebabnya, keduanya merupakan penyakit bawaan yang perlu diwaspadai saat pandemi.

National Institute of Aging menyebutkan bahwa masalah memori menjadi penyebab orang dengan demensia dan Alzheimer lebih berisiko terhadap Covid-19.

Orang dengan masalah kognitif lebih sulit untuk menaati protokol kesehatan.

Selain itu, orang dengan masalah gangguan saraf ini berpotensi dirawat di rumah sakit saat terinfeksi Covid-19 dibandingkan yang tidak.

10. Gangguan autoimun

Gangguan autoimun juga menjadi salah satu komorbid yang memperburuk gejala Covid-19. Lagi-lagi, ini berhubungan dengan sistem imun.

Orang dengan gangguan autoimun (lupus atau reumatoid artritis) baisanya mengonsumsi obat untuk menekan sistem imun agar tidak kambuh. Meski begitu, bukan berarti Anda boleh berhenti minum obat. Konsultasikan pada dokter mengenai solusi terbaik di masa pandemi.

Selain penyakit di atas, terdapat beberapa kondisi kesehatan lain yang membuat Anda berisiko terinfeksi Covid-19, yaitu obesitas, hamil, perokok berat, dan orang yang pernah menerima transplantasi organ.

Kondisi-kondisi tersebut dapat membuat Anda lebih berisiko mengalami gejala berat saat terinfeksi Covid-19.

Penanganan pasien covid-19 dengan komorbid

Penanganan pasien positif covid-19 dengan penyakit penyerta tentu saja akan berbeda dibandingkan pasien lainnya yang tidak memiliki penyakit penyerta.

Begitu juga dengan peluang kesembuhannya. Mayoritas penderita covid-19 yang tidak memiliki komorbiditas umumnya lebih mudah sembuh. Bahkan, beberapa di antaranya hanya merasakan gejala ringan atau bahkan tidak menunjukkan gejala apa pun, alias orang tanpa gejala (OTG). Pada pasien covid-19 dengan penyakit penyerta, dokter akan memberikan penanganan khusus, mulai dari pemasangan ventilator atau memberikan obat pengencer darah. Pasien juga perlu diberikan obat-obatan untuk mengatasi penyakit penyerta yang dimilikinya tersebut.

Namun, seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, proses penyembuhan bisa jadi lebih lama. Celakanya, banyak kasus yang akhirnya harus berujung kematian. 

Orang dengan komorbid bisa mendapatkan vaksin Covid-19 

Sebagai langkah pengendalian pandemi covid-19, pemerintah RI sudah memulai program vaksinasi covid-19 yang ditujukan bagi seluruh rakyat Indonesia.

Sayangnya, penderita covid-19 yang memiliki penyakit penyerta belum bisa mendapat vaksin tersebut. Hal ini dikarenakan belum ada uji klinis lebih lanjut mengenai dampak vaksinasi covid-19 terhadap penyakit penyerta, mengingat vaksin juga masih baru.

Namun, Kemenkes RI telah menentukan syarat  orang yang boleh vaksin Covid-19 sekalipun memiliki komorbid, yakni:

  • Tekanan darah tidak melebihi 180/110 MmHg
  • Menderita diabetes dengan gula darah terkontrol dan belum sampai mengalami komplikasi akut
  • Sudah sembuh dari kanker

Di luar ketentuan tersebut, vaksinasi masih belum dapat dilakukan. Itu sebabnya, calon penerima vaksin harus menjalani pemeriksaan terlebih dahulu sebelum divaksin.

Punya keluhan medis? Anda bisa berkonsultasi dengan dokter langsung dari smartphone melalui aplikasi kesehatan keluarga SehatQ.

Download sekarang di App Store dan Google Play

0 Komentar